1. Crooked House atau Rumah Bengkok
Pernah dengar tentang “Crooked House”
di Polandia? Kalau ada rencana berkunjung ke Gdansk, coba luangkan
waktu untuk melihat (dan pastinya berfoto di depan) rumah bengkok itu.
Dijamin nggak rugi, karena rumah yang facade depannya very quirky
itu kabarnya adalah bangunan yang paling sering difoto di Polandia.
Letaknya sebenarnya bukan di Gdansk, melainkan di Sopot, salah satu
bagian dari Tri-City (Gdansk – Gydnia – Sopot).
Dalam bahasa Polish, rumah bengkok ini disebut “Krzywy Domek” (dijamin pusing baca kata pertamanya hehehe… Krzywy = bengkok, Domek
= rumah). Bentuknya yang nyeleneh bagaikan gedung meleleh memang
terinspirasi dari ilustrasi cerita dongeng yang digambar oleh Jan Marcin
Szancer. Jendelanya mencong-mencong, pintunya berliku-liku, atapnya
melengkung-lengkung, dindingnya tidak rata, pokoknya lucu deh. Sejak
dibangun tahun 2004 oleh arsitek Szotynscy Zaleski, funhouse unik ini langsung menarik perhatian banyak orang dan tercatat sebagai salah satu bangunan modern teraneh di Eropa.
Waktu
itu masih awal musim semi ketika saya berkunjung ke Polish Crooked
House di Sopot ini, jadinya masih sepi… Coba kalau summer, ada tempat
kongkow-kongkow di depan rumah bengkok ini.
Kalau luarnya aja sudah ajaib begitu, bagaimana dalamnya ya? Well, don’t judge a book by its cover, don’t judge a building by its facade only.
Si rumah bengkok yang merupakan bagian dari shopping mall Rezydent
dengan luas sekitar 4,000 sqm ternyata isi dalamnya nggak sespektakuler
luarnya. Biasa aja, kayak mall pada umumnya. Ada berbagai toko,
restoran, dan cafe dengan arsitektur yang lurus-lurus saja. Jadi jauh
lebih menarik mengagumi tampak luarnya. Tetapi pemda Sopot tentunya
tidak menyia-nyiakan popularitas bangunan lucu ini. The Crooked House ini
sering dipakai sebagai tempat berbagai festival seni dan acara
kebudayaan, bahkan ada “Wall of Fame”-nya dimana para seniman-seniman
yang berpartisipasi dalam festival seni tersebut mengabadikan tanda
tangannya.
Krzywy Domek ini mudah ditemukan karena terletak di pusat turis-nya Sopot, tepatnya di jalan Bohaterów Monte Cassino atau yang lebih dikenal oleh orang lokal sebagai jalan Monciak.
2. Cubic House – Rotterdam
Nama Lain : Paalwoningen - Pole Dwellings
Letak : Rotterdam
Negara : Belanda
Arsitek : Piet Blom

Ide
asli rumah-rumah kubik (cubic house atau juga dapat disebut
kubuswoningen) muncul pada tahun 1970-an. Piet Blom merupakan salah satu
dari banyak pengembang rumah bergaya unik ini, telah mengembangkan
beberapa rumah-rumah kubik yang dibangun di Helmond. Kota Rotterdam
memintanya untuk merancang perumahan di atas sebuah jembatan bagi
pejalan kaki dan ia memutuskan untuk menggunakan ide rumah kubik.
Konsep di balik rumah-rumah ini adalah bahwa ia mencoba untuk membuat 'hutan' oleh masing-masing kubus mewakili sebuah pohon abstrak, sehingga seluruh kota menjadi hutan, hutan rumah berbentuk kubus. Rumah-rumah kubik di Rotterdam ini, terletak di Overblaak Street, di samping stasiun kereta bawah tanah Blaak. Ada 38 kubus kecil dan dua yang disebut 'super-kubus', dan semuanya melekat satu sama lain.
Banyak orang yang penasaran ketika melewati daerah rumah kubik ini. Akhirnya salah satu pemilik memutuskan untuk membuka sebuah "kubus show", yang dilengkapi perlengkapan seperti halnya rumah biasa, dan menawarkan tur wisata bagi pengunjung yang penasaran. Dinding dan jendela rumah kubik ini memiliki kemiringan 54,7 derajat. Total luas adalah sekitar 100 meter persegi, tapi sekitar seperempat dari ruang tersebut tidak dapat digunakan karena dinding yang berada di bawah langit-langit miring.
Konsep di balik rumah-rumah ini adalah bahwa ia mencoba untuk membuat 'hutan' oleh masing-masing kubus mewakili sebuah pohon abstrak, sehingga seluruh kota menjadi hutan, hutan rumah berbentuk kubus. Rumah-rumah kubik di Rotterdam ini, terletak di Overblaak Street, di samping stasiun kereta bawah tanah Blaak. Ada 38 kubus kecil dan dua yang disebut 'super-kubus', dan semuanya melekat satu sama lain.
Banyak orang yang penasaran ketika melewati daerah rumah kubik ini. Akhirnya salah satu pemilik memutuskan untuk membuka sebuah "kubus show", yang dilengkapi perlengkapan seperti halnya rumah biasa, dan menawarkan tur wisata bagi pengunjung yang penasaran. Dinding dan jendela rumah kubik ini memiliki kemiringan 54,7 derajat. Total luas adalah sekitar 100 meter persegi, tapi sekitar seperempat dari ruang tersebut tidak dapat digunakan karena dinding yang berada di bawah langit-langit miring.
3. Rumah Terbalik

Rumah
Terbalik di Tamparuli, Sabah bukan sahaja tercatat dalam Malaysia Book
of Records tetapi ia dipercayai yang pertama seumpamanya di Asia
Tenggara dan yang kelima di dunia.
Terletak di
tepi jalan raya menuju ke pekan Tamparuli dan Ranau kira-kira 35 km dari
bandaraya Kota Kinabalu, rumah terbalik yang dimiliki Alexander Yee itu
kini menjadi satu lagi produk pelancongan di Sabah.
Rumah itu
dibina dengan kos RM500,000.00 kelihatan semua secara terbalik daripada
atap hinggalah kepada lantai, perabot serta kelengkapan yang ada di
dalamnya. Malah sebuah kereta Kancil di garaj berhampiran rumah itu juga
dapat dilihat dalam keadaan terbalik.
Ia mempunyai
ruang tamu yang terdapat perabot seperti kerusi dan meja, dua bilik
yang mempunyai katil, ruang dapur dengan peralatannya serta tandas,
kesemuanya dalam keadaan terbalik. Selain ia juga dihiasai dengan
pelbagai hasil kerja tangan masyarakat tempatan.
Dengan keluasan 140 meter persegi, rumah itu menggambarkan gabungan corak kehidupan etnik sino Dusun dan Kadazandusun.
Baru-baru ini, Menteri Pelancongan, Kesenian dan Alam Sekitar, Datuk Masidi Manjun telah merasmikan rumah terbalik itu.
Walaupun
baru dibuka kepada orang ramai sejak 1 Februari lepas, menurut laporan
akhbar tempatan, lebih 3,000 pelawat telah dicatat mengunjungi rumah
terbalik tersebut.
Bayaran masuk ke rumah berkenaan ialah RM5 bagi kanak-kanak dan RM10 bagi dewasa.
Pelawat akan
digilirkan memasuki ke dalam bangunan rumah itu secara berkumpulan
seramai 10 orang yang akan dipandu oleh petugas di situ.
Ketika
berada di tangga, pelawat akan dikehendaki memalu gong dan mengetuk
pintu sebelum memasuki rumah berkenaan. Ini menurut petugas di situ
adalah berdasarkan budaya masyarakat Dusun.
Di ruang
berenda rumah terbalik itu juga didapati dua ekor belangkas yang menurut
kepercayaan suku kaum Dusun berfungsi sebagai pengusir hantu, tambah
pemandu pelancong itu.
4. Rumah Berjalan
Melakukan perjalanan jauh
dengan bus adalah hal paling menyebalkan bagi sebagian orang. Selain
butuh waktu lama untuk mencapai tujuan, kursi di bus juga bukan tempat
yang nyaman untuk beristirahat. Badan harus meringkuk sepanjang malam.
Namun, bus yang satu ini
akan memberi pengalaman bepergian yang berbeda. Tak perlu khawatir tubuh
terasa pegal karena tidur di kursi bus. Sebab, bus ini menyediakan
empat ranjang empuk dan besar untuk penumpang.
Itu bukan satu-satunya
keistimewaan. Masih ada berbagai fasilitas mewah lain yang tersedia di
setiap sudutnya. Televisi hingga interior berbahan dasar emas, siap
memanjakan penumpang. Bus super mewah layaknya hotel bintang tujuh ini
bernama: The Icon.
Bus ini seperti sengaja
diciptakan untuk kehidupan para punggawa sirkuit Eropa. Tiga pembalap
Formula 1 pernah merasakan kemewahannya. Mulanya, bus ini dimiliki
Jacques Villeneuve pada tahun 1997. Cita-citanya memiliki “rumah
berjalan” mewah diwujudkan perusahaan Amerika Serikat, Newell.
Perusahaan itu
menciptakan bus mewah dengan spesifikasi tinggi dan perlengkapan paling
mewah. Berbagai ide inovatif ditelurkan. Setelah jadi, Villeneuve
menempatinya bersama sang ayah.
Selanjutnya, bus seharga
jutaan dolar itu beralih ke tangan pembalap Formula 1 asal Finlandia,
Mika Salo. Ia yang memberi warna merah dengan aksen nyala api hasil air
brush dua seniman Swedia. Tak lama, aset berharga itu dimiliki Jenson
Button. Bus ini dimilikinya sejak 2003 hingga 2011.
Mengutip situs resmi Icon Experiences,
selain ketiga tokoh pembalap itu masih ada beberapa selebriti lain yang
juga pernah mencicipi kemewahan yang memanjakan di The Icon.
Dilansir News,
bus ini memiliki luas 150 meter persegi dengan berbagai fasilitas mewah
di dalamnya. Selain ranjang dan dua televisi yang siap menemani
perjalanan, ada pula kamar mandi super mewah. Bus ini juga dilengkapi
bar dan pelayan serta koki yang menyuguhkan menu-menu berkelas.
The Icon siap
mengantarkan penumpang ke berbagai kawasan di Eropa. Jika ingin
menikmati kemewahannya, harus merogoh kocek sebesar $15.000 atau sekitar
Rp182 juta per malam.













